Anggota DPRD Komisi II Lamteng Sumarsono Lakukan Reses Serap Aspirasi Masyarakat

Berita Ekonomi, LAMPUNG TENGAH, lamteng.com.— Anggota Komisi II DPRD Lampung Tengah Sumarsono kembali melakukan kegiatan serap aspirasi masyarakat. Kali ini, Sumarsono mengunjungi petani di Dusun 2, Kampung Nambah Dadi, Kecamatan Terbanggi Besar.

Para petani di lokasi ini mengeluhkan sejumlah persoalan pertanian, diantaranya masalah pupuk yang hilang saat musim tanam, kekurangan air dan juga keamanan, serta rusaknya infrastruktur di wilayah itu.

Roy Simbolon, petani setempat mengatakan, setiap kali musim tanam tiba, selalu mengalami kesulitan air, pupuk, dan terkendala faktor keamanan serta buruknya infrastruktur, mulai dari Nambahdadi sampai Bandarjaya.

“Yang kami keluhkan adalah saat musim tanam tiba, ada irigasi tetapi tidak pernah ada airnya. Karena kami bertani padi, airnya harus tepat waktu. Jadi, saat kita panen tidak sesuai dengan harapan. Selain itu, kita juga sulit mendapatkan pupuk,” kata Simbolon.

Menurutnya, dengan adanya reses Anggota DPRD Lampung Tengah ini, segala aspirasi yang disampaikan bisa diserap dengan maksimal.

“Dengan hadirnya Pak Sumarsono ini, kami mengucapkan terima kasih. Kami minta diperhatikan, dan jangan hanya berhenti sampai disini saja. Soalnya, yang kami ketahui, Pak Sumarsono ini sangat fokus pada bidang pertanian. Saat ini yang terpenting adalah bagaimana caranya petani disini menjadi petani yang berkecukupan,” tegas Simbolon.

Menanggapi keluhan dari konstituennya, para petani Kampung Nambahdadi, Kecamatan Terbanggi Besar, Anggota Komisi II DPRD Lampung Tengah, Sumarsono, mengatakan jika keluhan yang disampaikan masyarakatnya sudah ada di benaknya.

“Kami di DPRD telah sering kali memperjuangkan aspirasi ini. Akan tetapi sampai saat ini belum terealisasi. Kondisi bendungan di WS 0 yang harus segera diperbaiki, dan merupakan kewenangan pemerintah provinsi serta pusat, setiap tahunnya selalu kita usulkan. Tetapi belum ada realisasinya. Kalau soal jalan rusak mulai dari Bandarjaya sampai di Nambahdadi, dengan status jalan yang menjadi wewenang Pemerintah Provinsi Lampung, terus kita usulkan juga. Sementara, mengenai pupuk bersubsidi dari pemerintah, hanya diberikan sebesar 40 persen. Karenanya, harus diganti dengan pupuk organik. Untuk itulah, saya membagikan pupuk organik gratis. Dan mulai tahun depan, kita akan ajarkan kepada petani cara membuat pupuk cair organik dengan kualitas terbaik,” jelas Sumarsono.

Untuk itu, mantan aktivis sosial ini akan terus melakukan pendampingan kepada para petani di Kampung Nambahdadi, dengan membuatkan grup komunikasi menggunakan aplikasi WhatsApp, dimana nantinya dapat digunakan sebagai sarana tanya jawab dalam bidanh pertanian.

“Untuk pendampingan kepada petani, saya minta para kelompok tani ataupun pemuda yang bertani dapat datang ke rumah saya untuk belajar, dan kita akan bimbing,” papar Sumarsono.

Ditambahkannya, dari semua usulan dalam resesnya kali ini, nantinya akan disampaikan kepada forum di DPRD, sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat dapat terwujud.

“Semua usulan dari petani ini akan saya sampaikan melalui rapat Komisi, rapat paripurna, maupun hearing. Sehingga kesejahteraan petani dapat terwujud,” pungkas Politisi PDI Perjuangan ini.

Berita Ekonomi, LAMPUNG TENGAH, lamteng.com. (Asp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *