Camat Anak Tuha Agoeng Karsajiwa Sambut Kedatangan Tim BBRGM

Berita Umum, LAMPUNG TENGAH, lamteng.com. — Camat Anak Tuha Agoeng Karsajiwa Sambut kedatangan Tim Penilai Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Tahun 2019 di Kampung Bumi Jaya Kecamatan Anak Tuha Kabupaten Lampung Tengah,  Senin (25/2/19/)

Tepat Pukul 13:00 WIB Tim penilai Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRGM) tiba di balai Kampung Bumi Jaya, yang diketuai oleh Edy Indriyanto.

Camat Anak Tuha Agoeng Karsajiwa mengatakan, ia sangat berterima kasih atas kehadiran tim penilai BBGRGM bersama rombongan. dan berharap penilaian secara obyektif dan propesional.

“Selamat datang di Kampung Bumi Jaya, kampung ini terpilih sebagai peserta BBGRGM karena selain pernah mengikuti lomba desa, secara tidak langsung kampung ini sudah mempunyai kreteria dan potensi melebihi yang lain,”ujarnya.

Selain itu juga Agoeng juga berharap tim penilai bekerja secara obyektif dan profesional,”Inilah kampung kami Bumi Jaya dengan kondisi seperti ini, besar harapan saya agar tim penilai dapat memberikan masukan dan saran demi kemajuan Kecamatan Anak Tuha khusus Kampung Bumi Jaya,”pungkas Agoeng.

Ditempat yang sama ketua tim penilai BBGRGM dari Kabupaten Lampung Tengah Edy Indriyanto saat diminta keterangan oleh media mengatakan, 4 item ini harus ada di setiap kampung yang mengikuti Bulan Bhakti Gotong Royong.

“Empat ini harus ada, Ada bidang kemasyarakatan, yaitu bagaimana keamanan, sosial budaya, ekonomi, lingkungan. Kita mengharapkan keterlibatan Masyarakat dalam bergotong royong. Karena implementasi gotong royong bukan hanya membersihkan parit saja,”tuturnya.

setiap tahunnya bulan Bhakti gotong itu diadakan setiap bulan Januari sampai Maret, penilaian kita melingkupi 4 ini, bagaimana keamanan nya, menggali budaya saat ini, peningkatan ekonomi kerakyatan, sehingga semua program pemerintah itu bisa mendongkrak tenaga hidup masyarakat.

Selaku ketua tim penilai Edy berharap bantuan masyarakat dari sumber gotong royong nya. Dana yang dihasilkan oleh  masyarakat untuk gotong royong, contohnya dengan adanya jembatan rusak masyarakat tidak berpangku tangan denfsnenunggu dana dari pemerintah.

“Bagaimana kita memberdayakan masyarakat dalam memperbaiki jembatan itu, untuk sementara tim kita masih melakukan penilaian atas kampung bumi jaya, dan kita lihat hasil nanti administrasinya, kalau fisiknya kita sudah tahu,”ungkap Edy.

Lanjutnya, kelemahan rata-rata ditingkat kampung adalah administrasi dan pembenahan ini terus dilakukan tim penilai supaya di tahun yang akan datang lebih tertib.

“Nah.. ini sudah saya sampaikan kepada camat maupun kepala kampung untuk tahun 2020 ini kita fokus semuanya harus sudah di administrasikan. Contoh nya linmas bagaiman administrasi nya dia dalam hal pelaporan kalau ada kejadian pencurian. Jadi kita bisa mengetahui berapa kejadian tingkat kerawanan dalam satu bulan,”tutupnya.

Berita Umum, LAMPUNG TENGAH, lamteng.com. (Asp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *