Kabid Sarana Dan prasarana Pertanian Angkat Bicara Soal Harga Pupuk Naik

Berita Ekonomi, LAMPUNG TENGAH, lamteng.com. — Menanggapi adanya keluhan warga Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah, tentang Kelangkaan Pupuk dan tingginya harga Dinas pertanian  masih bergerak  mencari informasi kelapangan.
Melalui Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Pertanian saat ini masih berupaya mencari informasi siapakah Distributor nakal tersebut.

Hal itu di sampaikan oleh Muhtar Hasan saat dikonfirmasi melalui Watshap oleh awak media, ia mengatakan, sedang berupaya bersama Produsen mencari tahu pengecer atau Distributor yang bermain dalam hal ini.
“Kami sudah kroscek ke lapangan melalui penyuluh, ternyata petani yang membeli dengan harga tinggi itu mendapatkan pupuk dari sesama petani juga,”ungkap Muhtar.

Menurut Muhtar, karena pupuk bulan Januari sudah  habis dan pupuk tersebut dimungkinkan adalah stok lama dari petani juga. Harga sudah ditetapkan jelas tidak boleh melampaui HET atau Harga Eceran Tertinggi.
“Kalau memamg itu permainan distributor dan pengecer kita nanti meminta produsen untuk menegur dan bahkan mencabut izinnya,”tegas Muhtar Hasan, Rabu (13/2/19).

Diberitakan sebelumnya, ditengah gencarnya pemerintah dalam mengkampanyekan kesejahteraan petani, namun hal ini belum bisa dinikmati oleh petani di Kecamatan Seputih Mataram, kabupaten Lampung Tengah.pasalnya, Para petani yang berada di Kecamatan tersebut harus menelan pil pahit dengan tingginya harga pupuk di daerahnya.
Faktanya, dalam menghadapi musim tanam kali ini petani di pusingkan dengan ketersediaan pupuk dan harga pupuk yang naik drastis dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan pemerintah.

Diketahui, di Kecamatan setempat, untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, harga pupuk bersubsidi dengan merek Phonska mencapai Rp 195.000 per karung dengan berat 50 kilogram.
menurut Ade,  salah satu petani, yang berada di Kampung Varia Agung mengeluh karena pada musim tanam kali ini, dirinya harus merogoh kocek yang lebih tinggi untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.
“Mahal sekarang mas. Saya tempo hari keliling cari pupuk untuk lahan pertanian bapak saya, banyak kios yang gak punya stok pupuk phonska. Meskipun ada, harganya juga tinggi mas. Sampe Rp 190 ribu,” jelasnya, 11/02/2019.

Para petani berharap, kondisi ini tidak berlarut-larut. Sehingga para petani bisa mendapatkan pupuk untuk mencukupi lahannya. Karena jika lahan pertanian yang sudah di tanami padi tidak di suplai dengan pupuk yang maksimal maka hasilnya, akan tidak maksimal.
“Semoga saja, ketersediaan pupuk dapat stabil dan kami para petani kecil dapat mencukupi kebutuhan lahan kami,” harapnya.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran di lapangan, disalah satu kios didesa tersebut pupuk subsidi tidak tersedia. Namun setelah dilakukan pengecekan dibalik kios tersebut terdapat gudang yang berisi pupuk bersubsidi yang diduga sengaja menimbun pupuk bersubsidi di Kecamatan Seputihmataram.Dari gudang tersebut sedikitnya ada sekitar 3 ton pupuk bersubsidi.

Berita Ekonomi, LAMPUNG TENGAH, lamteng.com. (Asp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *