36 Orang Potensi SAR Lampung Dilatih Water Rescue

Berita Umum, BANDAR LAMPUNG, lamteng.com. — Menindaklanjuti Surat Pemberitahuan Direktur Bina Potensi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor : LAT.202/5/3477-BSN tanggal 19 Oktober 2018 tentang Pembinaan Potensi SAR.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung mengadakan pembinaan potensi SAR dengan materi pertolongan di air (water rescue). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober sampai 1 November 2018. Yang menjadi peserta dalam pembinaan potensi SAR ini merupakan relawan-relawan yang berasal dari organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan terutama mendukung tugas pokok Basarnas dalam hal pencarian dan pertolongan.

Peserta tersebut berasal dari tim rescue LP3UI Lampung 2 orang, tim rescue Ponpes Al Fatah Lampung 4 orang, Poltapala Polinela Lampung 2 orang, komunitas Rintara Jaya 2 orang, Ma’had Al Furqon 1 orang, Tagana Propinsi Lampung 2 orang, Vertical Rescue Lampung 2 orang, Mapala Itera 2 orang, Menwa Itera 1 orang, PMI Prop Lampung 2 orang, Pramuka Kwarda Lampung 2 orang, SAR Medis Malahayati 2 orang, Anemon Unila 2 orang, Mahripal UIN 2 orang, komunitas nelayan Bakauheni 3 orang, dan Pos SAR Tanggamus 3 orang. Pelatihan ini dilaksanakan di markas Basarnas Lampung untuk pendalaman materi dan kampus Itera untuk sesi praktik.

Materi Pelatihan ini meliputi MFR (Medical First Responder : pertolongan pertama), pengenalan peralatan yang digunakan dalam pertolongan di air dan cara penggunaannya, dan cara penanganan korban yang mendapatkan musibah atau kondisi yang membahayakan di air.

Dalam materi di MFR ini para peserta dididik untuk mengenal cara penganganan korban yang bersifat emergency seperti cara melakukan RJP (resusitasi jantung paru), pembidaian (penanganan krban yang patah tulang), dan penilaian korban yaitu dengen mendeteksi tanda-tanda vital dari korban. Dari keseluruhan materi tersebut para peserta menjalankan simlasi Operasi SAR dengan situasi kejadian Kapal Tenggelam dimana banyak korban di air yamg membutuhkan pertolongan.

Dari simulasi tersebut para peserta mengetahui tahap-tahap yang dilakukan mulai dari persiapan alat, evakuasi korban yang berada di air dan penanganan pertama korban sebelum diserahkan ke pihak medis. Simulasi ini dilaksanakan di Embung (danau buatan) Itera. Selain itu kebersamaan juga ditanamkan kepada para potensi SAR tersebut dengan melakukan aktiitas bersama mulai dari bangun tidur sampai melakukan kegiatan di malam hari, karena setiap peserta selama pelatihan tinggal dalam sau tenda.

Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung Jumaril, S.E., M.M. di markas Basarnas Lampung. Dalam pesannya Bp. Jumaril menekankan bahwa faktor penting keberhasilan suatu Operasi SAR selain peralatan yang memadai dan SDM yang kompeten adalah adanya kekompakan dalam tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas sendiri dan adanya potensi SAR di lapangan. Oleh karena itu pentingnya pelatihan ini diadakan bagi para relawam SAR yang nantinya akan bekerja sama apabila terjadi bencana maupun musibah di bidang pelayaran dan penerbangan.

Pada penutupan yang berlangsung Kamis siang (01/11) di kampus Itera Lampung, Kepala Seksi Sumber Daya Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung Bp. Tri Joko Priyono berpesan kepada para peserta agar selalu mengingat ilmu yang telah diberikan oleh Basarnas dan bisa digunakan untuk berbagi kepada rekan-rekannya di organisasi masing-masing agar ilmu tersebut menjadi berguna. Selain itu beliau juga menitip salam untuk para keluarga peserta dan pimpinan masing- relawan yang telah ikhlas melepas anggotanya untuk kegiatan tersebut.

Berita Umum, BANDAR LAMPUNG, lamteng.com. (hms/lpg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *