Pangkalan Pasir Ilegal Digrebek Polres Lampung Timur

Berita Hukum, Lampung Timur, lamteng.com. Lantaran tidak mengantongi ijin yang jelas dan melanggar aturan hukum yang berlaku, pangkalan pasir yang berada dihujung area pesawahan tepatnya diKampung Taman Fajar,
Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur digrebek Polres Lamtim, Rabu (11/10/2017) sekira pukul 07:00 pagi hari.

Dari penggrebekan ini, jajaran Polres Lampung Timur berhasil mengamankan 7 orang yang beroperasi dipangkalan pasir berikut barang bukti berupa mesin sedot pasir. Penggrebekan aparat kepolisian ini berdasarkan laporan dari warga setempat yang mengaku telah dirugikan atas persoalan ini.

“Masyarakat yang dirugikan mas. ?Sebab kendaraan truk yang membawa pasir keluar kampung muatannya sudah melebihi kapasitas. Sehingga membuat jalan yang baru saja dibangun rusak parah. Akhirnya jalan yang sering dilintasi warga rusak dan berdebu, inilah dasar masyarakat melaporkan persoalan tersebut kepihak kepolisian,”ujar Amirulloh salah satu warga setempat.

Keluhan senada juga disampaikan Patuloh yang merupakan warga sekitar pangkalan pasir. Ia mengungkapkan, selain dapat merugikan masyarakat, kegiatan pangkalan pasir ilegal ini juga sudah memasuki Kawasan Hutan Lindung.

“Selain tidak memiliki ijin tambang nya, pangkalan pasir ilegal ini juga tidak memiliki ijin lingkungan nya. Jadi saya kira sudah selayaknya pangkalan pasir ini ditutup karena secara aturan dan prosedur sudah menyalahi aturan hukum yang telah ditetapkan,”imbuhnya.

Mewakili masyarakat Kampung Taman Fajar, Ia berharap kepada pemerintah daerah Lampung Timur dan Polres setempat menutup secara permanen pangkalan pasir tersebut tanpa terkecuali.

“Jangan hanya ditutup sementara, selang berapa hari sudah beroperasi lagi. Karena masyarakat yang dirugikan kalau akses jalan di kampung ini selalu rusak dan berdebu akibat kendaraan pasir yang muatannya melebihi kapasitas. Kalau jalan baru saja dibangun selang berapa hari sudah rusak karena kendaraan pasir yang melintasi, tentunya pemerintah juga yang dirugikan, jadi bukan masyarakat saja.”ucapnya.

Pantauan media dilapangan, jajaran Polres Lampung Timur menggrebek pangkalan pasir ilegal ini berdasarkan laporan masyarakat yang ada disekitar pangkalan. Karena tidak mengantongi ijin yang jelas dan sudah melanggar aturan hukum yang telah ditentukan, akhirnya Polres Lamtim mengamankan 7 orang pemilik pangkalan pasir berikut barang bukti berupa mesin sedot pasir.

Namun saat media ingin mengkonfirmasi persoalan ini, pihak Polres Lampung Timur belum bisa memberikan komentar lantaran kasus ini sedang dilakukan penyelidikan pihak kepolisian.”Belum bisa komentar mas, soalnya ini kasus besar, nanti saja nunggu perintah Kapolres. Informasinya sih kasus ini mau di ekspsos.”ujar salah satu polisi yang mewanti-wanti indentitas nya tidak disebutkan.

Berita Hukum, Lampung Timur, lamteng.com. (JR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *