Rp 6,2 milyar untuk pemberdayaan ibu-ibu kampung se-Lampung Tengah

Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa membuka jambore kader PKK di gedung Sesat Nuwo Balak, Rabu, 20/9/2017.

Lamteng.com, – Upaya pemberdayaan kader-kader PKK dilakukan pemerintah kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah dengan menggulirkan anggaran Rp 6,2 miliar yang akan dibagikan ke seluruh kampung di Lampung Tengah.

Hal ini diungkapkan Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa saat membuka Jambore Kader PKK yang berlangsung di Gedung Sesat Nuwo Balak, Rabu, 20/09/2017. Dari anggaran tersebut, sebut Mustafa, masing-masing kampung menerima Rp 20 juta.

“Anggaran tersebut diambil dari alokasi dana kampung sebagai upaya pemerintah memberdayakan ibu-ibu tiap kampung melalui PKK. Saya harap anggaran ini dapat digunakan semaksimal mungkin untuk kemajuan ibu-ibu PKK. Tak hanya PKK, pemberdayaan juga dilakukan kepada pemuda dan perangkat aparatur desa,” ucapnya.

Terkait acara Jambore Kader PKK, Mustafa berharap bisa menjadi sarana pembelajaran dan berbagi pengalaman dalam melaksanakan tugas PKK di daerah masing-masing. Selain itu akan terbangun kerjasama, kebersamaan dan solidaritas antar kader dan anggota PKK Lampung Tengah.

“Tidak hanya ajang seremonial, diharapkan dapat memberikan wawasan dan mampu meningkatkan kader PKK menjadi kader yang handal dan profesional untuk pembangunan Lampung Tengah,” imbuh Mustafa.

Sementara itu, Ketua TP PKK Lampung Tengah Nessy Kalvia Mustafa mengatakan ada 10 cabang perlombaan pada perhelatan Jambore Kader PKK, yakni lomba kader PKK, kader BKB (bina keluarga balita), Posyandu, kelas ibu, alat permainan edikatif, cerdas cermat, yel-yel, cipta menu, fashion dan dakwah.

Jambore Kader PKK, lanjut Nessy, merupakan sarana untuk meningkatkan kapasitas diri kader posyandu yang memiliki tugas untuk melakukan penyuluhan, penggerakkan dan pencatatan sederhana dalam proses pembangunan sebagai mitra pemerintah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan akan membangun kesadaran yang menumbuhkan kemauan. Lalu menambah pengetahuan yang menimbulkan kemampuan. Serta membangun keseimbangan, seimbang dalam menjalankan peran sebagai kader PKK, istri dan ibu yang akan menghadirkan keharmonisan.

“Maka secara khusus dijadikan momentum untuk memperkuat tekad dan semangat pengabdian sebagai kader PKK. Juga mampu membangun jejaring dengan kader PKK dari daerah lain dan membangun semangat dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan,” pungkasnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *